Minggu, 11 Juli 2010

telaah drama dan puisi

Nama : Adrianus Labur
Nim : 45 08 102 029
Jurusan : Bahasa dan sastra Indonesia
Fakultas : FKIP “45”
Tugas : Telaah Drama, Telaah Puisi, dan Keterampilan Menulis
Diam
Kupasang hiasan permata
Pada pucat wajahmu yang terdiam
Lalu kau gantikan aku
Dengan sesimpul senyum yang lunglai

Aku sedang tertegun menatapmu
Menanti esbuah kata yang perna kau janjikan
Sedangkan aku bergelut dengan kejemasan
Kau diamkan aku,dengan keterdiaanmu

Diam,hanya diam yang kau balaskan padaku
Semua mimpi yang pernah aku rajut
Untuk kubawa ke hari esok
Dan aku tetap menjadi si pemimpi yang menghayal

Sementara aku bergelut dengan halusinasi
Yang mengembangkan aku kealam jauh
Kau menutup mata,kemudian berlalu
Dan menjatuhkan aku jauh dari atas sana


Karya Adrianus Labur
Resensi

Dalam drama yang berjudul “Ramalan 96” menceritakan kehidupan dalam sebuah keluarga, dimana didalamnya menceritakan kehidupan Pak Hanafi, Bu As, Calon Menantu, Purwoko dan Istri Purwoko.
Dimana dalam percakapan mereka menceritakan Ibu As yang ingin tahun baru diluar negeri tetapi Pak Hanafi tidak menyetujuinya karena dia berfikir kehidupan dalam keluarganya tidak mencukupi untuk pembiayaan keluar negeri, dan Ia berfikir lebih baik uang yang ada digunakan untuk kehidupan dalam sehari-hari tetapi Ibu As tetap pada pendiriannya untuk berlibur keluar negeri. Dan pada saat itu juga anak dan calon menantunya angkat bicara untuk memberitahukan kepada Ibu As supaya tidak usah berlibur diluar negeri karena mereka berfikir pergi keluar negeri untuk bersenang-senang dan hanya meghabiskan uang. Dan kemudian datang juga Purwoko dan istrinya untuk melarang Ibu As keluar negeri dan mereka berkata lebih baik uang yang ada digunakan untuk kehidupan sehari-hari tetapi Ibi As tetap pada pendiriannya untuk berlibur keluar negeri.
Dalam drama ini mengingatkan kita untuk bekerja keras untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dan apa yang kita cita-citakan dapat tercapai seperti cita-cita yang idiinginkan Ibu As yabg terdapat dalam drama. Ketika kita menyia-nyiakan waktu yang ada maka cita-cita yang kita impikan itutidak akan tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar