Nama : Mariam Ulfah
Stambuk : 45 09 102 200
RESENSI DRAMA
KUNGKUNG SI KATAK KECIL
Kisah ini adalah kisah Kungkung si Katak kecil. Ia adalah seekor binatang kecil yang suka bermain dengan teman- temannya. Tapi suatu ketika ia di ejek oleh teman-temannya karna lompatannya pendek. Di saat itulah dia mulai membenci teman- temannya karena ejekan itu. Tetapi, ada temannya yang bernama Kungkung yang selalu memberikan dukungan sama si Kungkung. Kungkung selalu berkata pada dirinya aku bukanlah anak yang sombong dan selalu bermain dengan siapa saja. Tetapi siapa yang tidak sakit hati disisikan temannya apa salahku ? Tiba- tiba Kungkang mendengar teriakan binatang – binatang lain yang lagi seru menonton pertandingan renang. Kungkang membujuk si Kungkung untuk menonton pertandingan itu meskipun dari jauh. Tapi Kungkang bersih keras tidak mau meskipun dari jauh. Karena ia berfikir pasti dilihat teman – temannya dan langsung mengangkat Kungkung ramai –ramai untuk diceburkan ke dalam rawa. Itulah yang ditakutkan si Kungkung. Tapi si Kungkang tetap membujuk untuk melihat dari jauh. Tiba- tiba datang Katak dan bertanya kepada si Kungkung dan si Kungkang, kenapa kalian tidak pergi di tepi rawa, Katak berkata seru deh si Budak lawan si Hijau, dan langsung si Katak berkata bahwa sekarang kita sedang bertugas. Kungkang heran dan bertanya tugas apa ? Padahal si Katak dan Kungkang ditugaskan untuk mencari kembang Kangkung bagi pemenang lomba renang. Sampai beberapa hari kemmudian Kungkung mengajak si Kungkang untuk mengembara kemana saja. Kungkung juga merasa pusing karene bosan mendengar mereka nyanyian sepanjang hari, telinganya serasa pecah mendengarnya. Ketika musim hujan datang, Kungkang berkata itu adalah kebiasaan Katak. Sampai akhirnya Kungkung pergi dan meninggalkan teman –temannya serta sahabat – sahabatnya semua.
Kiita Mahasiswa Keguruan
Tidak ada pilihan lagi
Kita harus berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Anak bangsa akan buta
Apakah kalian tidak ingin merubah paradigma lama ?
Apakah kalian tidak ingin melihat anak – anak seragam ?
Apakah kalian tidak ingi lihat canda tawa di sana ?
Ataukah
Kita hanya ingin jadi pecundang, pengecut ?
Atau
Kita ingin melihat generasi- generasi yang mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang sesak
Kita mesti jalan terus
Tidak ada pilihan lain
Kita adalah pencetak ilmuwan- ilmuwan baru
Kita adalah pekerja
Kita adalah kemakmuran dan
Kita adalah kemerdekaan
Di FKIP “45” merupakan awal perjuangan kita
Dema eksistensi diri dalam menapaki
Perjuangan tanpa batas.
Karya : Mariam Ulfah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar