Kamis, 01 Juli 2010

resensi

Identitas Drama

Judul : Berkumpul di hari ibu Nama : MARNY. P

Penulis : Wahyu dwi lesmono Nim : 4508102001

Situs : www.pdfound.com Tugas : Telaah Drama

Tebal hal : 6 hal

Resensi

Dalam drama ini pengarang menceritakan tentang kisah sebuah keluarga yang sudah jarang berkumpul bersama karena kesibukan anak-anaknya tetapi berkat adanya hari ibu akhirnya mereka dapat bertemu dan berkumpul dengan ibu shofi meskipun tidak semua dari anak-anak ibu shofi dapat hadir namun kebahagiaan tetap terpancar dihati ibu shofi bias merasakan berkumpul dengan anak-anak dan cucu-cucunya.

Meskipun salah seorang dari anak ibu shofi yaitu bagas tidak dapat ikut berkumpul dengan semuanya karena berada di batam namun rasa kebahagiaan tetap ada dan juga karena keceriaan dari cucunya yang bernama nora. Selain itu Sandra anak tertua yang tidak mengikuti kehendak ibunya menjadi dokter melainkan menjadi seorang teater juga hadir berkumpul meskipun dia hadir terlambat namun semuanya tetap senag karena suadah lama mereka tidak bertemu dengan Sandra.

Di sini pengarang jelas-jelas menggambarkan bahwa hari-hari saat kita kerkumpul dengan keluarga adalah hari ang yang sangat indah apalagi bersama dengan ibu, pengarang juga menggunakan bahasa yang lugas sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami pesan dan maksud dari drama ini.

Namun drama ini juga tidak luput dari kekurangan yaitu tokoh dalam drama ini agak kurang sehingga dialog tidak begitu banyak, sehingga drama ini begitu mudah di tebak jalan cerita drama tersebut, pengarang juga kurang menceritakan tokoh-tokoh pendukung dan lebih memfokuskan pada ke-6 tokoh tersebut. Jadi ibu adalah sosok yang tidak akan tergantikan oleh siapapun meskipun kita ada masalah orang yang akan selalu setia mendengarkan adalah ibu, oleh karena itu sepatutnyalah kita selalu berbakti kepada orang tua kita terutama ibu.

Tertegun

Tertegun dalam kelabu

Langitku

Aku coba membayangkan

Mentari dibalik gemawan

Yang sejak lama tak menyinari

Rumah-rumah kalbu

Tertegun dalam pengap

Udaraku

Aku berusaha menghirup

Sisa wewangian

Yang berguguran

Dalam bunga-bunga layu

Burung-burung berpatahan

Sayapnya bahkan berkaparan

Oleh racun dari kemasan yang menyilaukan

Tertegun dalam pekat bumiku

Aku memandang kosong

Tanah-tanah yang ditinggalkan

Yang diperebutkan orang-orang gagu

Meraba-raba dalam gelap negeriku

Aku mencari-cari merah putihku

Yang tergoyak tangan sendiri

Oleh : MARNY PALALLUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar