Identitas Drama
Judul : Berkumpul di hari ibu Nama : MARNY. P
Penulis : Wahyu dwi lesmono Nim : 4508102001
Situs : www.pdfound.com Tugas : Telaah Drama
Tebal hal : 6 hal
Resensi
Dalam drama ini pengarang menceritakan tentang kisah sebuah keluarga yang sudah jarang berkumpul bersama karena kesibukan anak-anaknya tetapi berkat adanya hari ibu akhirnya mereka dapat bertemu dan berkumpul dengan ibu shofi meskipun tidak semua dari anak-anak ibu shofi dapat hadir namun kebahagiaan tetap terpancar dihati ibu shofi bias merasakan berkumpul dengan anak-anak dan cucu-cucunya.
Meskipun salah seorang dari anak ibu shofi yaitu bagas tidak dapat ikut berkumpul dengan semuanya karena berada di batam namun rasa kebahagiaan tetap ada dan juga karena keceriaan dari cucunya yang bernama nora. Selain itu Sandra anak tertua yang tidak mengikuti kehendak ibunya menjadi dokter melainkan menjadi seorang teater juga hadir berkumpul meskipun dia hadir terlambat namun semuanya tetap senag karena suadah lama mereka tidak bertemu dengan Sandra.
Di sini pengarang jelas-jelas menggambarkan bahwa hari-hari saat kita kerkumpul dengan keluarga adalah hari ang yang sangat indah apalagi bersama dengan ibu, pengarang juga menggunakan bahasa yang lugas sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami pesan dan maksud dari drama ini.
Namun drama ini juga tidak luput dari kekurangan yaitu tokoh dalam drama ini agak kurang sehingga dialog tidak begitu banyak, sehingga drama ini begitu mudah di tebak jalan cerita drama tersebut, pengarang juga kurang menceritakan tokoh-tokoh pendukung dan lebih memfokuskan pada ke-6 tokoh tersebut. Jadi ibu adalah sosok yang tidak akan tergantikan oleh siapapun meskipun kita ada masalah orang yang akan selalu setia mendengarkan adalah ibu, oleh karena itu sepatutnyalah kita selalu berbakti kepada orang tua kita terutama ibu.
Tertegun
Tertegun dalam kelabu
Langitku
Aku coba membayangkan
Mentari dibalik gemawan
Yang sejak lama tak menyinari
Rumah-rumah kalbu
Tertegun dalam pengap
Udaraku
Aku berusaha menghirup
Sisa wewangian
Yang berguguran
Dalam bunga-bunga layu
Burung-burung berpatahan
Sayapnya bahkan berkaparan
Oleh racun dari kemasan yang menyilaukan
Tertegun dalam pekat bumiku
Aku memandang kosong
Tanah-tanah yang ditinggalkan
Yang diperebutkan orang-orang gagu
Meraba-raba dalam gelap negeriku
Aku mencari-cari merah putihku
Yang tergoyak tangan sendiri
Oleh : MARNY PALALLUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar