Sabtu, 03 Juli 2010

telaah drama dan puisi

Nama : Nataniel Toding
Nim : 45 08 102 013
Resensi Drama
La Damai- ITenriawani
Karya A.M.Mochtar

Drama La-Drama- ITenriawani bercerita tentang sebuah kerajaan di tanah Ugi yang masih taat dan patuh pada adat. Suatu ketika permaisuri dari kerajaan di tanah Luwu, Namun permaisuri menolak karena dia sudah memiliki kekasih. Dari sinilah adat di tegakkan. Kekasih permaisuri tersebut di bunuh karena melanggar adat. Dan kemudian permaisuri pun bunuh diri karena rasa cintanya yang begitu besar kepada sang kekasih
Dari segi bahasa, bahasa yang di gunakan dalam drama ini adalah bahasa kiasan yaitu gabungan antara bahasa derah (bugis) dan bahasa Indonesia.penggunaan bahsa dalam drama ini sangatlah menarik akrena adanya penggabungan antara bahasa daerah dan bahsasa Indonesia. Selain itu, dalam srama ini menggunakan bahsa yang sopan karena adanya penggunaan bahasa seperti paduka, hamba yang amenunjukkan adanya saling menghormati antara raja, tetua-tetua kerajaan dan juga bawahan. Dalam drama ini juga terdapat catatan kaki yang merupakan arti dari bahsa Bugis yang digunakan dalam naskah drama tersebut, sehingga pembaca yang tidak mengerti bahsa Bugis tidak bingung saat membaca naskah drama tersebut yang menyulitkan seseorang saat mementaskan drama La Damai- I Tenriawanikarena penggunaan bahsanya yang menggunakan bahasa daerah (bugis) sehingga para pemain yang berasal dari daerah lain herus latihan ekstra dalam mengucapkan bahsa daerah (bugis) tersebut. Penonton juga akan merasa bingung jika mereka tidak mengerti bahasa Bugis tersebut dari segi pertokohan, tokoh-tokoh yang dipakai penulis sebagai tokoh sudah jelas karena toko utamanya adalah La domai dan I Tenriawani yagn oleh penulis langsung diqmbil sebagai judul drama ini.dengan demikian, pembaca tak bingung untuk menentukan siapa tokoh utama dan tokoh pembantu dalam drama tersebut. Namun dalam drama ini diperlukan banyak orang saat pementasannya karena banyaknya tokoh yang dipakai penulis. Walau demikian, drama ini sangat menarik karena amanah yang disampaikan penulis dengan jelas dapat diketahui.




Kepergianmu

Air matamu mengiris hatiku halus
kuusapkan telapak tanganku ke wajahmu yang pucat
terlihat ketakutan kehilangan akan nafasmu
nafasmu yang mengalir dalam nafasku

Kubelai rambutmu dengan kelembutan angin malam
terasa getaran menyatu diujung jari-jari
tak kuasa menahan gejolak kasih
limpahan nuansa kejora malam yang tak bertepi

Tak akan kutinggalkan hatimu yang menangis pilu
telah tersimpan segala janji dan petuamu
akan ikut menyatu kegalauan kasih dalam derita
meski kekuatan malam hampir punah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar