NAMA ; ROSIDA MUHAMAD
STAMBUK : 45 07 102 025
KEPADA PEMINTA-MINTA
Baik, baik aku akan menghadap dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tetang lagi aku
Nanti darahku jadi beku
Jangan lagi aku bercerita
Sudah tercacar semua dimuka
Nanah meleleh dari muka
Sambil berjalan kau usap juga.
Bersuara tiap kau melangkah
Mengerang tiap kau memandang
Menetes dari suasana kau datang
Sembarang kau merebah
Mengganggu dalam mimpiku
Menghempas aku di bumi keras
Di bibirku terasa pedas
Mengaum di telingaku
Baik, baik aku akan menghadap dia
Menyerahkan diri dan segala dosa
Tapi jangan tetang lagi aku
Nanti darahku jadi beku
Chairil Anwar
Janganlah kau menyesali tentang apa yang telah mereka katakana padamu, dan hari-hari yang kau lalui hanyalah penderitaan yang kau rasakan. Walaupun keringat dingin mengalir dari wajahmu tetap kau menunggu secuil uang koing namun kau tetap tabah menjalaninya, hingga setiap kali orang mendekatimu kau selalu meminta belas kasihannya, dimanapun tempatnya selaalu kau datangi dan tak mau perduli pada siapa kau meminta. panas, hujan, bahkan hinaanpun telah kau rasakan. Hingga keringat dinginpun tetap menadahkan tangan untuk meminta belas kasihannya.
Bibirmu sudah terasa lelah untuk berkata-kata,dan telingamu sudah jenuh untuk mendengarkan ocehan, hinaan, bahkan caci makipun sudah kau anggap biasa, namun itulah jalan hidup yang harus kautempuh, untuk mendapatkan sesuap nasi dalam kelangsungan hidupmu. Itulah hidup sebagai peminta-minta, yang selalu dihiasi dangan penderitaan hidup. Jadi selagi kalian mampu untuk melakukan sesuatu maka kerjakanlah agar kelak hidupmu lebih baik.
Ø Tema:
Tema yang terkandung di dalamnya ialah perjalanan hidup sang peminta-minta yang di penuhi dengan berbagai macam rintangan dan penderitaan.
Ø Amanat:
Amanat yang terkandung di dalam puisi tersebut ialah mengisahkan kehidupan yang begitu perih dan harus di tempuh oleh hidup sebagaimana yang telah di gariskan oleh yang Maha Kuasa.
Ø Suasana:
Suasana yang terkandung di dalam puisi tersebut yaitu suasana iba atas apa yang di alami oleh saudara tersebut.
Ø Asonansi dan Aliterasi
· Asonansi yang terdapat pada puisi tersebut. Misalnya nanah meleleh dari muka,menetes dari suasana kau datang
· Aliterasi yang terkandung pada puisi tersebut misalnya, menyerahkan diri dan dosa, mengerang tiap kau memandang, mengganggu dalam mimpiku, menghempas aku bumi keras,
Ø Majas:
Majas yang terkandung di dalam puisi tersebut yaitu majas hiperbol misalnya terdapat pada bait ke-3 yaitu bersuara tiap kau melangkah, mengerang tiap kau memandang,menetes dari suasana kau datang,sembarang kau merebah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar