nim : 4508102024
RESENSI NASKAH DRAMA
Identitas buku
Judul buku: siau ling; drama musik kemempelaian drama
Penulis: remy sylado
Penerbit: KPG(kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun terbit: 2003
Genre: Drama Musikal
Jumlah halaman: 136 halaman
Cover buku: warna latar cover buku ini hitam dan terdapat nama judul buku dengan huruf besar berwarna putih. Selain itu, terdapat tulisan nama pengarang dan nama penerbitnya
Isi buku: buku ini berisi tentang cerita drama, terdapat lembar judul, lembar katalog, dan daftar isi
ISBN: 979-9023-47-5
Unsur intrinsik
1. Tema: percintaan anak sepasang manusia yang kandas karena tingkalaku penguasa yang sewenang-wenang
2. Amanat: amanat yang terkandung dalam cerita drama tersebut adalah setiap pemimpin senantiasa mengayomi rakyatnya. Pemimpin harus rendah hati dan membelah kebenaran
3. Alur: campuran
4. Tokoh: penembahan senapati, siau ling, suriwang, pambayan, baru klinting
5. Latar: kerajaan di jawa, terutama kerajaan majapahit
6. Sudut pandang pengarang sebagai orang ke 1
Gaya penulisan:
Bahasa yang digunakan ialah bahasa percakapan sehari-hari. Menggunakan bahasa lndonesia dan bahasa jawa.
Sinopsis
1. Penembahan senapati adalah seorang raja yang berwatak keras yang selalu memaksakan kehendaknya sendiri, hingga pada akhirnya ia memaksakan keinginannya agar tidak merestui setiap orang yang ingin menikah.
2. Sebagai seorang wanita, demi orang-orang dicintainya siau ling bersedia mengorbankan apa saja meskipun ia tahu pengorbanannya dapat merugikan dirinya sendiri. Ia bersama baru klinting mengupayakan agar tidak terjadi pemaksaan kehendak raja, namun upaya mereka ini tidak berhasil.
3. Suriwang adalah seorang pemudah yang mencintai seorang wanita, namun cintanya runtuh akibat penindasan raja yang sewenang-wenang. Ia mencintai pambayun salah satu putri masyarakat kerajaan majapahit, namun di saat mereka merajut cinta ia diperintahkan oleh raja agar tidak bercinta dengan pambayun. Mereka terpaksa berpisah untuk selamanya.
4. Mendengar perintah raja tersebut, pambayun tidak berdaya untuk melawan keinginan raja. Kehidupan kesehariannya ia hanya melamun seorang diri merenungkan nasibnya karena meninggalkan keterpaksaan orang yang ia cintai.
5. Di suatu saat pambayun bertenu dengan siau ling dan baru klinting, mereka menceritakan kejadian yang mereka alami, di mana mareka adalah korban dari kesewenang-wenangan penguasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar